KORDANEWS – Komika Pandji Pragiwaksono merespons kritik publik terkait absennya nama Anies Baswedan dalam materi stand-up comedy terbarunya, Mens Rea. Pandji menegaskan keputusan tersebut bukan karena keberpihakan politik maupun rasa takut, melainkan karena kerangka kritik yang ia bangun secara sadar: menyasar pejabat publik yang masih memegang kekuasaan.
Pandji menyebut Mens Rea sejak awal difokuskan untuk membedah tindakan dan kebijakan tokoh-tokoh yang saat ini masih aktif menjabat dan menggunakan uang pajak rakyat. Menurutnya, kritik publik memiliki bobot lebih besar ketika diarahkan kepada pihak yang masih memiliki kewenangan formal.
Bukan Soal Nama, Tapi Posisi
Dalam penjelasannya, Pandji menegaskan Anies Baswedan tidak lagi menjabat sebagai pejabat publik aktif. Karena itu, ia tidak masuk dalam daftar figur yang dibahas di Mens Rea. Posisi Anies, kata Pandji, setara dengan tokoh-tokoh lain seperti Ganjar Pranowo, Mahfud MD, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hingga Gita Wirjawan yang juga tidak disentuh dalam materi tersebut.
Pandji menilai kritik terhadap mantan pejabat tetap penting, namun tidak menjadi fokus utama pertunjukan ini.
Klaim Sudah Sering Kritik Anies
Pandji juga membantah anggapan bahwa dirinya “melindungi” Anies Baswedan. Ia mengklaim justru termasuk kreator yang cukup konsisten mengkritik Anies saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta, terutama melalui konten panjang di kanal YouTube miliknya.
Ia menegaskan bahwa ketidakhadiran nama Anies di Mens Rea tidak bisa dimaknai sebagai perubahan sikap politik atau bentuk dukungan terselubung.











