Mens Rea dan Kritik Kekuasaan
Pandji menekankan Mens Rea bukan alat kampanye politik, melainkan medium komedi yang digunakan untuk membongkar relasi kekuasaan, tanggung jawab pejabat, serta dampaknya terhadap publik. Ia menyadari materi tersebut memicu pro dan kontra, namun menilai hal itu sebagai konsekuensi dari kritik terbuka terhadap kekuasaan.
“Selama seseorang masih punya kuasa, kritik harus diarahkan ke sana,” menjadi garis besar sikap Pandji.
Tuai Pro dan Kontra
Sejak dirilis, Mens Rea menuai respons beragam. Sebagian publik memuji keberanian Pandji mengangkat isu sensitif secara gamblang, sementara sebagian lain mempertanyakan konsistensi sasaran kritiknya. Pandji menegaskan perbedaan pendapat tersebut sah dalam ruang demokrasi.
Ia pun menutup dengan sikap tegas: komedi boleh menghibur, tetapi kritik terhadap kekuasaan tidak boleh kehilangan arah.













