KORDANEWS – Dunia mode internasional kehilangan salah satu figur terbesarnya. Valentino Garavani, desainer legendaris asal Italia yang kerap dijuluki sebagai fashion’s “Last Emperor” atau Kaisar Terakhir Dunia Mode, meninggal dunia pada usia 93 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi pada 19 Januari 2026, menandai berakhirnya sebuah era besar dalam sejarah haute couture global.
Valentino menghembuskan napas terakhirnya di Roma, kota yang menjadi pusat hidup dan kariernya selama puluhan tahun. Kepergiannya langsung memicu gelombang penghormatan dari rumah mode ternama, desainer lintas generasi, hingga selebritas dunia yang pernah mengenakan karyanya.
Ikon Elegansi dan Kemewahan
Lahir pada 1932, Valentino Garavani membangun rumah mode Valentino dari nol hingga menjadi simbol kemewahan kelas dunia. Namanya identik dengan potongan busana klasik, siluet anggun, dan detail couture yang dikerjakan dengan presisi tinggi.
Salah satu warisan terbesarnya adalah warna ikonik “Valentino Red”, yang tidak hanya menjadi ciri khas brand, tetapi juga simbol sensualitas dan kekuatan feminin di dunia fashion. Warna ini menjadikan karyanya mudah dikenali di panggung internasional, dari Paris hingga Hollywood.
Disebut “Kaisar Terakhir”
Julukan Last Emperor bukan tanpa alasan. Valentino dianggap sebagai salah satu desainer terakhir dari generasi couturier klasik, yang memandang mode sebagai seni—bukan sekadar produk tren musiman. Ia dikenal tegas mempertahankan kualitas, bahkan ketika industri mode mulai bergerak cepat dan semakin komersial.
Pendekatannya yang aristokratik dan perfeksionis membuat Valentino dihormati, sekaligus ditakuti, di balik layar industri fashion global.













