KORDANEWS – Arsenal kembali unjuk kekuatan di level Eropa setelah mengalahkan Inter Milan 3–1 di Stadion San Siro, Milan, dalam laga UEFA Champions League 2025/2026 fase grup. Kemenangan ini membuat The Gunners semakin percaya diri, memperpanjang catatan sempurna mereka di kompetisi elite tersebut, dan sekaligus memberi “peringatan” kuat kepada rival mereka di Premier League, termasuk Manchester United, menjelang pertemuan kedua tim di liga domestik.
Pertandingan di San Siro berlangsung menarik sejak awal. Arsenal langsung unggul cepat lewat Gabriel Jesus di menit ke-10, memanfaatkan bola liar di kotak penalti. Inter Milan tak tinggal diam, dan sempat menyamakan skor melalui gol Petar Sucic. Namun, Arsenal kembali mengambil alih kendali pertandingan sebelum babak pertama usai dengan gol kedua Jesus, yang menunjukkan ketajaman dan naluri penyelesaian yang tajam di lini depan. Di babak kedua, Viktor Gyokeres memastikan kemenangan tim tamu lewat golnya yang membuat skor menjadi 3–1, sekaligus menutup laga dengan performa impresif The Gunners.
Kemenangan ini membuat Arsenal menyelesaikan fase grup dengan tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan, posisi puncak klasemen, serta tiket otomatis ke babak 16 besar. Prestasi ini menunjukkan konsistensi luar biasa tim asuhan Mikel Arteta, yang mampu menjaga performa tinggi baik di kandang maupun tandang. Dominasi mereka di Eropa kali ini menjadi modal penting dan sorotan utama para pengamat sepak bola.
Momentum positif ini juga dinilai sebagai “teror mental” bagi klub-klub rival di Inggris, terutama Manchester United. Meski laga melawan United di Premier League belum berlangsung, performa Arsenal belakangan ini membuat banyak pihak melihat The Gunners sebagai salah satu kandidat kuat perebut gelar musim ini. Kemenangan telak atas Inter bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga soal mental dan kepercayaan diri yang kian menguat di antara skuad Arsenal.
Sementara itu, Gabriel Jesus tampil sebagai bintang pertandingan dengan dua gol, menunjukkan peran pentingnya dalam lini serang Arsenal. Penampilan impresifnya ± baik secara teknis maupun emosional semakin memperkuat posisi dia sebagai salah satu pemain kunci tim. Sedangkan kontribusi Gyokeres di babak kedua menegaskan bahwa Arsenal memiliki kedalaman skuad yang mumpuni untuk menghadapi kompetisi panjang.
Bagi Manchester United, sinyal dari hasil ini tentu menjadi bahan evaluasi jelang bentrok besar di liga domestik. Arteta dan skuadnya kini berada di puncak performa, membuat persaingan di kompetisi domestik semakin menarik. Arsenal telah memanfaatkan momentum di Eropa untuk mengirimkan pesan bahwa mereka bukan sekadar tim kontestan, tetapi penantang serius di semua ajang yang diikuti.
Dengan modal kemenangan atas Inter Milan dan performa konsisten di Champions League, Arsenal sekarang menatap pertandingan berikutnya dengan keyakinan tinggi. Bukan hanya untuk melangkah jauh di Eropa, tetapi juga untuk menjadi ancaman nyata bagi rival-rivalnya di Inggris, termasuk Manchester United. Momentum ini bisa menjadi titik penting dalam perjalanan mereka musim ini.













