Tantangan & Kritik
Meskipun langkah ini dipandang sebagai peningkatan signifikan dalam perlindungan anak, beberapa pengamat menyampaikan bahwa verifikasi usia digital tidaklah sempurna. TikTok sendiri mengakui bahwa tidak ada teknologi yang bisa menjamin 100% akurasi dalam menentukan usia seseorang. Ancaman kesalahan penilaian AI bisa berpotensi memengaruhi akun pengguna yang sah atau justru melewatkan akun anak di bawah umur yang berhasil menyamarkan aktivitasnya.
Selain tantangan teknis, ada pula pertanyaan tentang privasi data dan sejauh mana informasi pengguna dianalisis oleh algoritma. Penggunaan AI dalam konteks ini memicu diskusi di kalangan advokat privasi digital mengenai batasan dan transparansi dalam memproses data sensitif, terutama yang terkait dengan anak di bawah umur.
Tren Global di Industri Teknologi
Upaya TikTok ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi, di mana perusahaan media sosial semakin ditekan untuk menerapkan mekanisme keamanan yang ketat bagi pengguna muda. Regulasi global, termasuk di Eropa dan Amerika Serikat, memicu perusahaan-perusahaan besar untuk memperkuat protokol verifikasi usia dan meminimalkan paparan anak pada konten atau interaksi yang berpotensi membahayakan secara psikologis.
Dengan teknologi AI, TikTok berharap bisa menekan jumlah akun anak di bawah 13 tahun yang tidak sesuai aturan, sekaligus menjawab kekhawatiran orang tua serta pemerintah yang menyoroti dampak negatif penggunaan platform digital oleh anak di bawah umur.













