Teknologi

Tak Mau Mati Sendirian! Aplikasi “Are You Dead?” Diserbu Warga China

×

Tak Mau Mati Sendirian! Aplikasi “Are You Dead?” Diserbu Warga China

Share this article

KORDANEWS – Sebuah aplikasi dengan nama unik dan terdengar ekstrem, “Are You Dead?”, mendadak menjadi perbincangan hangat di China. Aplikasi ini ramai digunakan dan diunduh oleh warga, khususnya mereka yang tinggal sendirian di kota-kota besar, hingga sempat menduduki jajaran teratas aplikasi berbayar di Apple App Store China.

Aplikasi ini dikembangkan sebagai alat sederhana untuk memastikan penggunanya dalam kondisi aman. Meski namanya terdengar provokatif, fungsi utama Are You Dead? justru berangkat dari kekhawatiran yang sangat manusiawi: takut mengalami sesuatu sendirian tanpa ada yang mengetahui.

Cara kerja aplikasi ini terbilang sederhana. Pengguna diminta melakukan check-in secara berkala, biasanya setiap satu atau dua hari. Jika dalam jangka waktu tertentu pengguna tidak merespons atau melakukan check-in, aplikasi secara otomatis akan mengirimkan notifikasi ke kontak darurat yang telah ditentukan sebelumnya.

Lonjakan popularitas aplikasi ini tidak terjadi tanpa sebab. Di China, jumlah warga yang hidup sendiri terus meningkat akibat urbanisasi cepat, tekanan pekerjaan, serta perubahan struktur keluarga. Banyak pekerja muda maupun lansia memilih atau terpaksa hidup sendiri, jauh dari keluarga dan kerabat, sehingga risiko tidak tertolong saat kondisi darurat menjadi kekhawatiran nyata.

Fenomena ini tercermin dari respons pengguna di media sosial China. Banyak warganet mengaku merasa lebih tenang setelah menggunakan aplikasi tersebut, karena setidaknya ada mekanisme peringatan otomatis jika mereka tidak aktif dalam jangka waktu tertentu. Aplikasi ini pun dinilai lebih praktis dibandingkan perangkat kesehatan pintar yang harganya relatif mahal.

Namun, nama “Are You Dead?” juga memicu kontroversi. Dalam budaya China, pembahasan soal kematian kerap dianggap sensitif dan membawa konotasi negatif. Sejumlah pengguna mengkritik nama aplikasi tersebut karena dianggap terlalu ekstrem dan menakutkan, terutama bagi orang tua. Kritik ini bahkan mendorong pengembang untuk mempertimbangkan penggantian nama aplikasi di pasar internasional.

Pengembang menyebutkan bahwa di luar China, aplikasi ini akan menggunakan nama berbeda yang terdengar lebih netral. Meski begitu, di pasar domestik, nama kontroversial tersebut justru menjadi salah satu faktor yang membuat aplikasi ini viral dan menarik rasa penasaran publik.

Popularitas Are You Dead? juga mencerminkan perubahan fungsi teknologi digital. Aplikasi ini bukan sekadar alat hiburan atau produktivitas, melainkan menjadi jaring pengaman sosial berbasis teknologi. Tanpa sensor kesehatan atau pelacakan lokasi canggih, aplikasi ini menawarkan solusi sederhana untuk masalah sosial yang semakin nyata di masyarakat modern.

Fenomena ini ikut memicu diskusi luas di China mengenai kesepian, kesehatan mental, dan minimnya dukungan sosial di kota besar. Banyak pengamat menilai bahwa viralnya aplikasi ini menjadi sinyal adanya kebutuhan akan sistem pendukung yang lebih kuat bagi warga yang hidup sendiri, terutama di tengah ritme hidup urban yang semakin individualistis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *