KORDANEWS – Menjelang duel panas Arsenal kontra Manchester United, manajer The Gunners Mikel Arteta membuat keputusan yang cukup mengejutkan. Alih-alih menggeber latihan keras seperti kebanyakan pelatih jelang big match, Arteta justru menerapkan kebijakan khusus yang tak biasa demi menjaga kondisi fisik dan mental para pemainnya.
Laga Arsenal vs Manchester United selalu sarat gengsi. Bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga harga diri dua raksasa Liga Inggris. Arteta pun menyadari betul bahwa pertandingan ini tak bisa dihadapi dengan persiapan biasa.
Libur Tambahan di Saat Tim Lain Menggenjot Latihan
Arsenal baru saja melewati jadwal padat, termasuk pertandingan penting di kompetisi Eropa. Melihat kondisi tersebut, Arteta memutuskan memberi jatah libur tambahan kepada para pemainnya setelah kembali ke London.
Keputusan ini tergolong jarang dilakukan menjelang laga besar. Namun Arteta menilai kelelahan fisik dan mental justru bisa menjadi bumerang jika dipaksakan.
“Pemain butuh kesegaran, bukan hanya secara fisik, tapi juga mental,” menjadi pesan utama dari kebijakan sang pelatih.
Setelah masa istirahat singkat itu, Arsenal baru kembali menjalani latihan intens dengan fokus pada taktik dan transisi permainan—area yang diyakini bisa menjadi titik lemah Manchester United.
Fokus Mental dan Detail Kecil
Selain soal fisik, Arteta juga menaruh perhatian besar pada kesiapan mental skuadnya. Ia ingin para pemain menghadapi Manchester United dengan kepala dingin, tanpa tekanan berlebihan.
Dalam sesi internal, Arteta menekankan pentingnya detail kecil: duel satu lawan satu, penguasaan bola di lini tengah, serta disiplin saat bertahan. Arsenal tak ingin mengulang kesalahan lama saat kehilangan fokus di momen krusial.
Pendekatan ini mencerminkan gaya Arteta yang kini semakin matang—tidak hanya mengandalkan emosi dan intensitas, tetapi juga kecerdasan membaca situasi.













