KORDANEWS – Film drama religi “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?” resmi tayang di bioskop Indonesia dan langsung menarik perhatian penonton lewat kisah batin seorang perempuan yang diuji oleh luka rumah tangga dan pencarian makna keimanan. Film ini menghadirkan drama yang tenang, reflektif, dan jauh dari kesan melodramatis berlebihan.
Mengangkat tema doa, kesabaran, dan keikhlasan, film ini mencoba mengajak penonton merenung: ketika hidup terasa tidak adil, apakah Tuhan benar-benar mendengarkan?
Konflik Rumah Tangga dan Pergulatan Iman
Cerita berpusat pada Sarah, seorang istri dan ibu yang hidupnya mendadak runtuh saat sang suami meminta izin untuk menikah lagi. Konflik tersebut bukan hanya mengguncang rumah tangganya, tetapi juga menggoyahkan keyakinan dan ketenangan batin Sarah.
Alih-alih menampilkan pertengkaran besar dan ledakan emosi, film ini memilih pendekatan yang lebih sunyi dan personal, memperlihatkan bagaimana luka batin sering kali justru paling terasa saat tidak terucap.
Pergulatan Sarah digambarkan melalui kesendirian, doa-doa yang lirih, serta usaha mempertahankan hubungan dengan anaknya di tengah tekanan sosial dan rasa dikhianati.
Drama Religi yang Tidak Lebay
Salah satu kekuatan utama film ini adalah keberaniannya menghadirkan drama religi dengan nada yang realistis dan membumi. Unsur keagamaan tidak disampaikan secara menggurui, melainkan hadir alami melalui dialog, simbol visual, dan perjalanan emosional tokoh utama.
Film ini lebih menekankan proses berdamai dengan takdir ketimbang jawaban instan atas doa-doa yang dipanjatkan. Hal ini membuat pesan religiusnya terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.













