KORDANEWS – Aplikasi pengeditan video CapCut dilaporkan mengalami gangguan massal yang berdampak luas pada pengguna di berbagai negara, termasuk Indonesia. Gangguan ini dirasakan sejak pagi hingga siang hari dan memicu keluhan besar, terutama dari pengguna CapCut Pro yang mengandalkan aplikasi tersebut untuk kebutuhan profesional.
Sejumlah pengguna melaporkan tidak bisa login, proyek video gagal terbuka, hingga fitur ekspor terkunci meski status langganan Pro masih aktif. Kondisi ini membuat banyak kreator konten, editor video, hingga pelaku UMKM terhambat dalam menyelesaikan pekerjaan mereka.
“Project sudah jadi, tapi nggak bisa di-export. Padahal deadline klien hari ini,” keluh salah satu pengguna di media sosial.
Gangguan Terjadi Secara Global
Lonjakan keluhan CapCut terlihat di berbagai platform digital. Banyak pengguna mengaku aplikasi tiba-tiba error, stuck di loading, atau menampilkan notifikasi gagal tersambung ke server. Masalah ini terjadi secara bersamaan, mengindikasikan adanya gangguan pada sistem server pusat CapCut.
Beberapa pengguna juga melaporkan proyek yang tersimpan di cloud tidak dapat diakses, sehingga memunculkan kekhawatiran akan keamanan data dan risiko kehilangan hasil editan.
Pengguna Pro Paling Terdampak
Ironisnya, gangguan ini juga menimpa pelanggan CapCut Pro yang membayar biaya langganan bulanan. Fitur premium seperti ekspor tanpa watermark, efek eksklusif, hingga resolusi tinggi dilaporkan tidak dapat digunakan secara normal.
Situasi ini memicu kekecewaan karena banyak pengguna Pro menggunakan CapCut untuk kebutuhan komersial, seperti konten promosi, media sosial bisnis, hingga proyek klien.













