KORDANEWS – Mobil futuristik andalan Elon Musk, Tesla Cybertruck, kembali jadi sorotan. Bukan karena inovasi, melainkan karena penjualannya yang lesu meski sudah diguyur diskon besar-besaran. Situasi ini memicu kritik tajam dan memunculkan tanda tanya besar: apakah Cybertruck mulai kehilangan daya tariknya?
Dalam beberapa bulan terakhir, Tesla diketahui memberikan berbagai insentif untuk mendongkrak minat konsumen. Mulai dari diskon hingga puluhan ribu dolar, kredit bunga 0 persen, hingga paket pembelian khusus. Namun langkah tersebut dinilai belum mampu mengatasi masalah utama: unit Cybertruck masih menumpuk di gudang dan area parkir dealer.
Diskon Tak Sejalan dengan Minat Pasar
Cybertruck sempat menjadi simbol ambisi Tesla di segmen pickup listrik. Desain ekstrem dan bodi baja tahan karat membuatnya tampil berbeda dari truk konvensional. Namun di lapangan, respons pasar tidak seindah hype awal.
Sejumlah laporan menyebutkan, meski harga sudah ditekan, banyak konsumen masih ragu. Faktor harga tetap mahal, desain yang dianggap terlalu eksperimental, hingga isu kualitas produksi menjadi alasan utama mengapa Cybertruck sulit menembus pasar arus utama.
Produksi Dikabarkan Dipangkas
Menumpuknya stok Cybertruck membuat Tesla dikabarkan mulai mengurangi volume produksi. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan pasokan dengan permintaan yang belum sesuai target. Beberapa analis bahkan menyebut Cybertruck sebagai salah satu produk Tesla yang paling menantang secara komersial sejauh ini.
Kondisi tersebut turut berdampak pada performa penjualan Tesla secara keseluruhan, yang dilaporkan mengalami penurunan ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir di pasar Amerika Serikat.













