Health

Lari Cuma Beberapa Kilometer, Tapi Bisa Merenggut Nyawa! Ini Penyebabnya

×

Lari Cuma Beberapa Kilometer, Tapi Bisa Merenggut Nyawa! Ini Penyebabnya

Share this article

KORDANEWS – Kasus peserta lari atau fun run meninggal dunia saat atau setelah berlari kerap memicu perhatian publik. Aktivitas lari yang terlihat sederhana ternyata dapat berisiko jika dilakukan tanpa persiapan fisik dan pemahaman kondisi tubuh.

Olahraga lari termasuk aktivitas dengan beban jantung dan pernapasan yang cukup tinggi, terutama bagi pemula atau mereka yang lama tidak berolahraga.

Kenali Kondisi Tubuh Sebelum Lari

Salah satu faktor utama risiko saat running adalah tidak mengetahui kondisi kesehatan pribadi. Penyakit jantung bawaan, tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, hingga masalah pernapasan sering tidak disadari.

Gejala ringan seperti mudah lelah, nyeri dada, pusing, atau sesak napas sebelum olahraga sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan kesehatan sederhana sangat dianjurkan, terutama bagi pelari usia di atas 35 tahun atau yang baru kembali aktif.

Jangan Memaksakan Diri

Banyak insiden terjadi karena peserta memaksakan target yang tidak sesuai kemampuan tubuh. Keinginan mengejar waktu, jarak, atau gengsi sering membuat pelari mengabaikan sinyal bahaya dari tubuh.

Detak jantung yang terlalu cepat, pandangan kabur, mual, atau rasa tidak nyaman di dada adalah tanda untuk segera berhenti, bukan dipaksa.

Pemanasan dan Pendinginan Itu Wajib

Lari tanpa pemanasan meningkatkan risiko gangguan otot dan sistem kardiovaskular. Pemanasan membantu tubuh beradaptasi secara bertahap terhadap peningkatan denyut jantung dan aliran darah.

Pendinginan setelah lari juga penting untuk menurunkan detak jantung secara perlahan dan mencegah pusing atau kolaps mendadak.

Perhatikan Asupan Cairan dan Nutrisi

Dehidrasi dapat memicu penurunan tekanan darah, kram, hingga gangguan jantung. Minum air yang cukup sebelum dan sesudah lari sangat penting, terutama saat cuaca panas.

Berlarilah dengan kondisi perut yang tepat — tidak kosong ekstrem dan tidak terlalu kenyang — agar tubuh memiliki energi tanpa membebani sistem pencernaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *