Kemarahan ARMY di Media Sosial
Di media sosial, kemarahan penggemar pun meluap. Banyak ARMY mengeluhkan sistem penjualan tiket yang dinilai masih mudah dibobol oleh bot dan calo profesional. Tidak sedikit pula yang menyebut harga Rp121 juta sebagai bentuk “pemerasan” terhadap penggemar sejati.
Sebagian penggemar bahkan menyerukan boikot terhadap penjual tiket ilegal dan meminta agensi serta promotor mengambil langkah tegas untuk menekan praktik penjualan ulang yang merugikan fans.
Praktik Calo Masih Jadi Masalah Lama
Kasus tiket konser BTS ini menambah daftar panjang masalah penjualan tiket oleh calo di industri hiburan global. Praktik serupa kerap terjadi pada konser musisi kelas dunia, di mana tiket diborong dalam jumlah besar lalu dijual kembali dengan harga berkali-kali lipat.
Meski berbagai sistem keamanan telah diterapkan, seperti pembatasan pembelian dan verifikasi identitas, celah tetap ada. Calo memanfaatkan teknologi dan jaringan luas untuk mengamankan tiket sebelum penggemar biasa sempat mengaksesnya.
BTS dan Antusiasme Pasca Hiatus
Tur dunia BTS 2026 menjadi sangat spesial karena menandai kembalinya grup tersebut setelah masa hiatus terkait wajib militer para anggotanya. Faktor ini turut mendorong ledakan permintaan tiket secara ekstrem, terutama untuk konser pembuka di Korea Selatan.
Antusiasme luar biasa inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab demi keuntungan besar, dengan mengorbankan penggemar yang hanya ingin menikmati konser idola mereka secara wajar.













