3. Fase Bulan Kuartal Terakhir
Pada pertengahan bulan, Bulan akan memasuki fase kuartal terakhir. Pada fase ini, hanya setengah bagian Bulan yang terlihat terang dari Bumi, menciptakan kontras bayangan yang tajam di permukaannya.
Fase kuartal terakhir sering dimanfaatkan oleh pengamat dan fotografer untuk melihat detail kawah dan permukaan Bulan secara lebih jelas, karena bayangan panjang membantu menonjolkan tekstur alami satelit Bumi tersebut.
4. Gerhana Matahari Cincin, Puncak Fenomena Februari 2026
Fenomena paling dinanti terjadi pada 17 Februari 2026, yakni gerhana Matahari cincin atau annular solar eclipse. Peristiwa ini terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, namun posisinya berada pada jarak yang lebih jauh sehingga tidak sepenuhnya menutupi Matahari.
Akibatnya, Matahari tampak seperti cincin api terang yang mengelilingi siluet Bulan. Gerhana jenis ini berbeda dengan gerhana Matahari total karena cahaya Matahari tidak sepenuhnya tertutup.
Gerhana Matahari cincin Februari 2026 dapat disaksikan secara optimal di wilayah Antarktika dan beberapa bagian belahan selatan Bumi, sementara sebagian wilayah lain hanya dapat melihat fase sebagian. Indonesia sendiri tidak termasuk wilayah yang bisa menyaksikan gerhana ini secara langsung.
Fenomena Langit yang Edukatif dan Menakjubkan
Rangkaian fenomena astronomi sepanjang Februari 2026 tidak hanya menyajikan keindahan visual, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal dinamika tata surya. Dengan peralatan sederhana seperti mata telanjang atau teropong, sebagian besar fenomena ini tetap bisa dinikmati.
Para ahli juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan pelindung mata khusus jika ingin mengamati gerhana Matahari, demi menghindari risiko kerusakan mata permanen.













