Efek perlambatan ini kerap terasa hingga beberapa minggu setelah libur usai, karena pekerja kembali secara bertahap dan aktivitas industri membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya.
Namun di sisi lain, pemerintah melihat libur panjang sebagai peluang. Lonjakan perjalanan, belanja, dan wisata domestik diyakini mampu menggerakkan sektor jasa, transportasi, ritel, serta ekonomi daerah.
Strategi menyeimbangkan tradisi dan pertumbuhan
Perpanjangan cuti Imlek mencerminkan upaya China menyeimbangkan nilai budaya dengan kebutuhan ekonomi modern. Pemerintah berusaha menjaga tradisi kebersamaan keluarga tetap kuat, sambil memanfaatkan momentum liburan untuk mendorong konsumsi masyarakat.
Langkah ini juga menjadi indikator penting kondisi ekonomi domestik. Tingginya mobilitas dan aktivitas belanja selama Imlek sering dipandang sebagai sinyal kepercayaan diri konsumen terhadap prospek ekonomi.
Bukan sekadar perayaan tahunan
Dengan durasi libur lebih panjang, pergerakan manusia berskala raksasa, serta dampak ekonomi yang meluas hingga ke tingkat global, Imlek 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu peristiwa sosial terbesar di dunia.
Bagi China, Tahun Baru Imlek bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga momentum strategis—tempat bertemunya nilai keluarga, dinamika ekonomi, dan pergerakan masyarakat dalam skala yang tak tertandingi.













