KORDANEWS – Masa balita, khususnya rentang usia satu hingga lima tahun, sering disebut sebagai “masa emas” pertumbuhan. Di periode ini, tubuh anak bekerja lembur untuk membangun struktur fisik yang akan mereka gunakan seumur hidup. Di antara sekian banyak nutrisi yang dibutuhkan, kalsium muncul sebagai aktor utama yang tidak boleh diabaikan oleh para orang tua.
Batu Bata bagi Kerangka Tubuh
Kegunaan utama kalsium yang paling dikenal adalah sebagai pembentuk kepadatan tulang. Pada masa balita, tulang mengalami proses kalsifikasi yang sangat cepat. Kalsium berfungsi sebagai “batu bata” yang menyusun kekuatan tulang tersebut. Semakin optimal asupan kalsium di masa kecil, semakin tinggi massa tulang puncak yang bisa dicapai anak. Hal ini menjadi investasi jangka panjang untuk mencegah risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis saat mereka menginjak usia lanjut nanti.
Selain tulang, kalsium adalah elemen kunci dalam pembentukan gigi. Gigi susu yang kuat diperlukan balita untuk mulai mengonsumsi berbagai jenis makanan padat. Kalsium membantu membentuk lapisan email gigi yang keras, sehingga gigi tidak mudah rapuh atau berlubang (karies) akibat paparan gula atau sisa makanan.
Lebih dari Sekadar Tulang: Fungsi Otot dan Saraf
Banyak yang belum menyadari bahwa kegunaan kalsium meluas hingga ke sistem saraf dan otot. Bagi balita yang sedang sangat aktif belajar berjalan, berlari, dan melompat, kalsium berperan vital dalam mekanisme kontraksi otot. Tanpa kalsium yang cukup, otot tidak dapat bekerja secara efisien, yang berisiko mengganggu koordinasi gerak anak.
Di dalam sistem saraf, kalsium bertindak sebagai pengantar sinyal listrik dari otak ke seluruh bagian tubuh. Ia memastikan komunikasi antar sel saraf berjalan lancar, termasuk menjaga detak jantung anak agar tetap teratur. Inilah alasan mengapa kekurangan kalsium secara ekstrem dapat berdampak pada gangguan fungsi motorik dan kebugaran jantung pada anak.













