Mengenali Kebutuhan dan Sumber Alternatif
Secara medis, anak usia 1 hingga 3 tahun membutuhkan sekitar 650 mg kalsium setiap harinya, sementara anak usia 4 hingga 5 tahun membutuhkan hingga 1000 mg. Meskipun susu sapi adalah sumber yang paling populer, para ahli gizi menekankan bahwa kalsium bisa didapatkan dari beragam sumber lain, terutama jika anak memiliki intoleransi laktosa.
Produk olahan susu seperti keju dan yoghurt merupakan pilihan utama. Namun, protein nabati seperti tahu dan tempe juga mengandung kalsium yang sangat tinggi berkat proses pengolahannya. Sayuran hijau gelap seperti brokoli dan sawi hijau, serta ikan kecil yang bisa dimakan tulangnya seperti teri, merupakan sumber kalsium alami yang sangat baik untuk variasi menu harian balita.
Sinergi Wajib: Kalsium dan Vitamin D
Sebuah fakta penting yang sering terlewat adalah bahwa kalsium tidak dapat diserap secara mandiri oleh tubuh. Di sinilah peran Vitamin D menjadi sangat krusial. Tanpa asupan Vitamin D yang cukup, sebagian besar kalsium yang dikonsumsi anak hanya akan melewati saluran pencernaan tanpa terserap ke tulang.
Oleh karena itu, memastikan balita mendapatkan paparan sinar matahari pagi yang cukup adalah langkah wajib. Sinar matahari membantu tubuh memproduksi Vitamin D secara alami, yang kemudian bekerja seperti “semen” untuk merekatkan kalsium pada struktur tulang anak.
Para pakar kesehatan mengingatkan agar pemenuhan kalsium selalu diutamakan dari bahan makanan alami. Penggunaan suplemen kalsium hanya disarankan berdasarkan rekomendasi dokter, karena kelebihan kalsium yang berlebihan juga berisiko menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit pada balita.













