KORDANEWS – Minggu, 8 Februari 2026, akan dicatat dalam buku sejarah Manchester City bukan sekadar sebagai kemenangan biasa, melainkan sebagai momen runtuhnya “kutukan” yang telah menghantui mereka selama lebih dari dua dekade. Dalam sebuah pertandingan yang penuh drama dan tensi tinggi, tim asuhan Pep Guardiola berhasil memetik kemenangan 2-1 atas Liverpool di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah yang memenuhi Stadion Anfield.
Runtuhnya Kutukan Dua Dekade
Bagi Pep Guardiola, Anfield telah lama menjadi tempat yang paling menyiksa. Sejak tiba di Inggris pada tahun 2016, manajer asal Spanyol ini hanya pernah menang sekali di stadion ini, yaitu pada tahun 2021. Namun, kemenangan tersebut diraih saat stadion kosong tanpa penonton akibat pandemi COVID-19.
Kemenangan akhir pekan lalu terasa jauh lebih manis karena ini adalah pertama kalinya Manchester City berhasil menang di Anfield dengan kehadiran penuh suporter sejak tahun 2003. “Akhirnya kami menang di Anfield saat ada penonton. Tempat ini memiliki sejarah dan tekanan yang unik, selalu sangat sulit untuk menang di sini,” ujar Guardiola dalam konferensi pers usai laga. Kemenangan ini juga menandai keberhasilan City melakukan league double (menang kandang-tandang) atas Liverpool untuk pertama kalinya sejak musim 1936/37.
Drama Menit Akhir: Dari Tertinggal hingga Comeback
Pertandingan berjalan sangat sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Babak pertama berakhir tanpa gol meskipun City sempat mendominasi penguasaan bola. Petaka bagi tim tamu seolah datang pada menit ke-74 ketika gelandang Liverpool, Dominik Szoboszlai, melepaskan tendangan bebas spektakuler dari jarak jauh yang tak mampu dihalau kiper Gianluigi Donnarumma.
Publik Anfield bersorak, dan tampaknya City akan kembali pulang dengan tangan hampa. Namun, mentalitas juara berbicara di 10 menit terakhir. Kapten Bernardo Silva menjadi pemecah kebuntuan City pada menit ke-84 setelah memanfaatkan asis sundulan dari Erling Haaland. Skor imbang 1-1 membuat tempo permainan semakin menggila.













