KORDANEWS – Musim hujan bukan sekadar tantangan visibilitas bagi pengendara, melainkan ujian ketahanan bagi setiap komponen mekanis dan elektrikal kendaraan. Air hujan yang bersifat korosif (asam) serta akumulasi residu jalanan seperti lumpur dan pasir dapat menurunkan performa kendaraan secara drastis jika tidak dimitigasi dengan benar.
Berikut adalah 5 pilar utama pemeriksaan yang wajib dilakukan untuk menjaga integritas kendaraan Anda:
1. Sistem Pengapian dan Elektrikal: Garda Terdepan Penegah Mogok
Komponen kelistrikan adalah bagian yang paling rentan terhadap kelembapan tinggi.
- Inspeksi Cop Busi (Tutup Busi): Pastikan karet pelindung masih lentur dan rapat. Retakan halus pada seal karet dapat menjadi jalan masuk air yang menyebabkan short circuit (korsleting), mengakibatkan mesin mati mendadak atau “mbrebet”.
- Terminal Baterai (Aki): Periksa adanya oksidasi (kerak putih) pada kutub aki. Kelembapan mempercepat korosi yang dapat mengganggu aliran daya ke sistem lampu dan starter.
2. Integritas Ban: Optimalisasi Traksi di Permukaan Licin
Di atas permukaan basah, luas tapak ban yang bersentuhan dengan aspal menjadi satu-satunya pelindung dari risiko aquaplaning.
- Tread Wear Indicator (TWI): Pastikan kedalaman alur ban masih di atas batas aman (minimal 1,2 mm). Ban yang sudah mencapai indikator keausan tidak akan mampu membuang air dengan efektif.
- Manajemen Tekanan Angin: Menghadapi jalan licin, sangat disarankan untuk menjaga tekanan angin pada angka standar pabrikan atau dikurangi maksimal 2 psi untuk menambah luas penampang ban yang menempel di aspal, sehingga daya cengkeram meningkat.
3. Sistem Pengereman: Mitigasi Kontaminasi Residu
Kinerja pengereman sering kali menurun saat musim hujan akibat akumulasi lumpur halus di antara kampas dan cakram.













