4. Immunosuppression: Kelemahan Sistem Pertahanan Tubuh
Munculnya tahi lalat baru dalam jumlah banyak secara mendadak (eruptive nevi) bisa menjadi indikator bahwa sistem kekebalan tubuh sedang mengalami tekanan berat. Sistem imun seharusnya bertugas mendeteksi dan menghancurkan sel-sel abnormal sebelum menjadi terlihat.
Ketika sistem imun melemah—baik karena penggunaan obat steroid jangka panjang, terapi kanker, atau kondisi medis kronis—tubuh kehilangan kendali atas pembelahan sel pigmen, sehingga tahi lalat dapat muncul secara sporadis dalam waktu singkat.
5. Efek Samping Farmakologi
Beberapa jenis obat-obatan tertentu dapat memengaruhi interaksi kimiawi di lapisan kulit. Penggunaan obat yang menekan sistem imun atau terapi penggantian hormon telah dilaporkan sebagai pemicu hiperpigmentasi. Dalam beberapa kasus, obat-obatan ini tidak secara langsung menciptakan tahi lalat, melainkan mempercepat proses melanosit yang sudah ada untuk menjadi tampak di permukaan kulit.
Panduan Skrining Mandiri: Metode ABCDE
Untuk membantu masyarakat membedakan tahi lalat normal dengan tanda kanker kulit, komunitas dermatologi global menggunakan parameter ABCDE sebagai standar emas:
- A (Asymmetry): Satu bagian tahi lalat tidak sama bentuknya dengan bagian lainnya.
- B (Border): Pinggiran tahi lalat terlihat kasar, berlekuk, atau kabur (tidak tegas).
- C (Color): Memiliki lebih dari satu warna atau gradasi yang tidak merata (hitam kebiruan, cokelat kemerahan).
- D (Diameter): Ukuran melebihi 6 milimeter (kira-kira seukuran penghapus di ujung pensil).
- E (Evolving): Tahi lalat terus berubah dalam hal ukuran, bentuk, warna, atau mulai terasa gatal dan berdarah.
Kesimpulan
Munculnya tahi lalat baru di usia dewasa adalah pengingat penting bagi kita untuk lebih peduli pada kesehatan kulit. Langkah preventif seperti penggunaan tabir surya (sunscreen) spektrum luas dan pemeriksaan kulit rutin secara mandiri adalah kunci utama. Jika Anda menemukan tahi lalat baru yang memenuhi satu atau lebih kriteria ABCDE di atas, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk pemeriksaan dermoskopi lebih lanjut.













