KORDANEWS – Hari Pahlawan bagi setiap insan bangsa ini (Indonesia) merupakan hari bersejarah, sebuah tonggak awal bagi berdirinya bangsa ini. Namun, lebih dari itu banyak makna yang seharusnya dipahami dari peringatan Hari Pahlawan. Hal itulah setidaknya disampaikan, ketua DPD KNPI Lahat, Tanhar Effendi, SH ketuka diminta pendapatnya tentang Hari Pahlawan.
Menurut Tanhar, yang juga menjabat Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Lahat ini, di Hari Pahlawan menjadi momen yang tepat untuk mengevaluasi ulang pemahaman tentang arti pahlawan. Pasalnya, dikatakan tokoh Pemuda Kabupaten Lahat, yang saat ini menjadi anggota DPRD Lahat, hari pahlawan hanya akan menjadi seremoni tanpa makna, tak membuat perubahan apa pun bagi negara. Baginya, hari pahlawan bukan satu pertanda perjuangan bangsa ini telah berakhir. Pasalnya, sadar tidak sadar bangsa ini sedang mengalami sebuah penjajahan gaya baru dimana penjajahan tidak lagi dalam bentuk kekerasan fisik dan baku tembak namun terbentuk secara sistematis, terstruktur dan masif.
“Kasap mata akan tetapi justru penjajahan gaya baru ini sangat berbahaya dimana seluruh aspek baik ekonomi, sosial, politik, budaya serta menghancurkan generasi muda bangsa ini hal ini didukung pula dengan perkembangan teknologi serta perdagangan bebas efek dari globalisasi cepat atau lambat negara ini tak ubahnya sebagai sebuah sekat,”tegas Tanhar, dibincangi, Jumat (10/11).
Dilanjutkan Tanhar, lihat saja kondisi bangsa ini dimana krisis mental, Narkoba, konflik agama, pemecah belahan diseluruh sisi, krisis kepemimpinan, korupsi yang merajalela, kasus asusila terhadap anak serta degradasi moral, hilangnya rasa malu sebagai bangsa timur tak ketinggalan tontonan ditelevisi tak lepas dari agenda setting dipertunjukan khalayak masyarakat yang seharusnya dapat mendidik bangsa ini tapi justru harus ikut berperan andil dalam proses perusakan generasi muda.













