KORDANEWS—–Tercatat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel. Selama tahun 2017 bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) memakan korban sebanyak 19 jiwa.
” Tercatat sejak 1 Januari sampai dengan 30 November. Dimana diantaranya satu keluarga yang terdiri enam orang tertimpa longsor di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dan beberapa orang lainnya meninggal akibat kecelakaan kapal dan juga terbakar akibat kebakaran yang menimpa rumahnya, “kata Pelaksana tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah
Ia mengungkapkan untuk di tahun 2017 ini juga pihaknya telah mencatat ada 143 bencana terjadi di Sumsel, dimana bencana ini seperti kebakaran, banjir, puting beliung, longsor dan lain sebagainya.
“Angka ini baru sementara mengingat ini masih bulan November,” katanya
Untuk upaya yang dilakukan untuk meminimalisir banyaknya korban. Pihaknya saat ini terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang dinilai berada di lokasi rawan. Selain itu, memberikan pelatihan penanggulangan bencana, penyiapan logistik dan peralatan.
Selain itu, pihaknya juga telah memetakan wilayah yang dinilai rawan terjadinya bencana alam seperto longsor dimana wilayah tersebut yakni Pagaralam, Lahat, Muara Enim dan Oku Selatan mengingat daerah tersebut perbukitan. Sedangkan, wilayah yang rawan banjir yakni dataran rendah seperti Muba, OKI, dan Banyuasin.
“Untuk dana nantinya akan diusulkan dahulu mengingat harus sesuai kebutuhan ril. Dimana dana ini melalui dana bantuan sosial untuk Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD) dan dana siap pakai untuk APBN,” tutupnya.
editor : awan













