Pada tahun 2016, Sumsel telah berhasil menekan angka titik api sampai dengan 90 persen dan pada 2017 tetap dapat dipertahankan walaupun sempat terjadi beberapa kebakaran kecil namun dapat segera ditanggulangi. Upaya inilah yang akan terus dilanjutkan oleh pemerintah.
“Untuk itu rencana ini terus di galakan guna lebih menekan bencana-bencana seperti ini”, bebernya
Hadenli menambahkan, pihaknya terus berupaya agar perencanaan RAD – GRK di sahkan menjadi sebuah kebijakan Pemerintah. “Saat ini Dokumen RAD-GRK Provinsi Sumsel hampir rampung, semoga bisa cepat menjadi sebuah kebijakan Pemerintah”, jelasnya.
Sebelumnya, prediksi Business as Usual (BAU) Sumsel tahun 2020, tanpa intervensi aksi mitigasi menunjukkan bidang berbasis Iahan masih menempati porsi penyumbang emisi GRK terbesar sebanyak 98,05%. Sedangkan bidang berbasis energi dan limbah secara berturut-turut menyumbang 1,84% dan 0,11% dari total BAU 2020 di Sumsel
editor : awan













