“Siapa saja yang melamar telah kita lakukan seleksi, yang tetunya sesuai dengan porsi yang kita butuhkan. Misalnya jika ada bidan atau perawat yang melamar, tapi tidak melampirkan STR, ya kita coret,” ungkap Yan.
Menurutnya, gejolak protes yang terjadi pada penerimaan tenaga medis seperti yang terjadi pada Rumah Sakit Pratama Gelumbang itu merupakan sesuatu yang biasa. Pihaknya sudah memprioritaskan putra daerah untuk bekerja di sana.
“Akan tetapi, bagi profesi kedokteran yang belum ada di sana, ya terpaksa diambil dari daerah lain,” Ujar Yan.
Adapun jumlah pegawai atau tenaga medis yang diterima dari seleksi tersebut berkisar 57-70 orang untuk satu rumah sakit. Pria yang baru beberapa minggu menjabat sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Muara Enim tersebut juga membenarkan jika ketiga Rumah Sakit Pratama ini sudah mulai dioperasikan. Dimana menurutnya, semua fasilitas gedung termasuk standar pelayanan kesehatan dari Rumah Sakit Pratama sudah sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Kemenkes.
“Mereka sudah stand by di sana, alat-alat kesehatan sudah ada di sana, tinggal penyempurnaan sedikit saja. Yang pasti sudah sesuai dengan standar dari pelayanan Rumah Sakit Pratama,” tutup Yan. (Ari)
editor : awan













