Kemudian jika dikelompokkan dari karakteristik rumah tangga, orang miskin adalah yang memiliki pendidikan rendah, kemudian dalam kehidupannya minim aliran listrik, sarana sanitasi dan air bersih yang tidak memadai. Lalu orang yang bekerja sebagai buruh tani, buruh serabutan, buruh industri rumah tangga dan perdagangan. Selain itu jumlah jam kerja rendah.
Sairi menjelaskan selama periode September 2016 – Maret 2017 garis kemiskinan RI naik 3,45% yakni dari Rp 361.990 per kapita per September 2016 menjadi Rp 374.478 per kapita pada Maret 2017.
Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. “Pada Maret 2017, komoditi makanan menyumbang sebesar 73,31% pada garis kemiskinan,” katanya.
Editor : mahardika













