Merasa nyawa terancam ditambah lagi lokasi penodongan jauh dari pemukiman, Intan pun memilih menyerahkan sepeda motor. Firman langsung memacu sepeda motor hasil curian, sedangkan Dian mengendarai sepeda motor lain yang memang dibawa keduanya untuk beroperasi. Setelah kedua bandit melarikan diri, Intan yang merupakan warga Desa Sukarami, Kecamatan Kota Agung seketika berteriak histeris.
Secara kebetulan ada warga yang melintas. Mengetahui telah terjadi penodongan, warga pun langsung melakukan pengejaran. Firman menyadari dibelakangnya ada warga yang melakukan pengejaran, dirinya melarikan diri ke arah Kota Lahat. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran, hingga Firman masuk ke Jalan Terowongan, RT 06/02, Kelurahan Gunung Gajah, Kota Lahat.
Karena memacu kendaraan hasil curian dalam kecepatan tinggi, Firman pun terjatuh dari sepeda motor. Saat itulah orang yang mengejarnya langsung meneriakinya, ‘maling !’. Tanpa komando, warga sekitar langsung berbondong-bondong datang, dan menghakimi Firman. Beruntung petugas cepat datang dan segera mengamankan Firman dalam kondisi babak belur.(Hs)
editor : awan













