Terpisah, HD, saat dikonfirmasi tampak enggan berkomentar lebih eksplisit dan di sisi lain juga tidak ada bantahan darinya terkait hasil temuan ini. Hanya saja, HD mencoba meluruskan bahwa promosi jabatan terhadap dirinya yang dimaksud adalah dari Dinas Pol PP ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes), dan kemudian kembali dimutasi lagi ke jabatan baru.
“Ya silahkan saja (dilaporkan, red), tapi bagi saya itu sudah clear,” kata HD.
Sementara itu, Kepala BKSDM Kabupaten Lahat, Rachmat Surya Efendi membantah jika dirinya telah melakukan praktik komersialisasi dalam promosi jabatan, khususnya terkait temuan yang diklaim KAK.
Hanya saja, dijelaskan pria yang akrab disapa Pepen ini, beberapa bulan lalu memang ada oknum yang mengatasnamakan pegawai BKSDM seraya mencatut namanya meminta uang imbalan lebih dari Rp.10 juta kepada salah seorang pejabat di Badan Kesbangpol untuk kepentingan promosi jabatan.
“Ya, sekitar delapan bulan yang lalu memang ada oknum perempuan di Kesbangpol tertipu oleh penelpon gelap yang menatasnamakan anak buah saya. Dengan dalih promosi jabatan, si penipu minta transfer uang lebih dari Rp.10 juta dari yang bersangkutan ke rekeningnya. Kalau tidak salah, diketahui si pemilik rekening rupanya orang Tangerang (Banten, red),” jelas Pepen.
Terkait maraknya tindak penipuan tersebut, sambung Pepen, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran kepada para pegawai di lingkungan Pemkab Lahat.
“Jadi tidak pernah saya meminta uang imbalan untuk promosi jabatan, gak ada kerjaan itu. Silahkan saja mau dilaporkan ke Kejari. Itu hanya ulah oknum tidak bertanggungjawab,”(Hs)
editor : awan













