KORDANEWS- Aksi bullying terjadi di SD Negeri Lebung Gajah, Kecamatan Tulung Selapan, OKI. Hal ini terkuak setelah video tersebut menjadi viral di jejaring sosial.
Informasi yang dihimpun, aksi bulying itu terjadi 27 November lalu. Namun, baru viral sejak empat hari lalu. Dalam video tersebut, seorang bocah laki-laki yang duduk di bangku SD di-bully oleh teman sekelasnya. Walau sudah menangis dan berteriak, teman-temannya tidak berhenti mem-bully. Dua orang anak memegangi tubuh korban yang dalam posisi telungkup. Sementara teman lain memukul dan menendang. Bahkan ada yang sampai menduduki tubuh korban dan memukulnya dengan mistar panjang.
Informasi beredar, aksi bullying itu dilakukan murid kelas 1 SD Negeri Lebung Gajah, Tulung Selapan. Sedangkan korbannya, berinisial Eg (6). Namun, aksi tersebut terjadi atas suruhan anak murid kelas 5 SD berinisial Aj (10).
“Ada anak kelas 5 SD menyuruh murid kelas 1 untuk pura-pura berkelahi. Namanya murid kelas 1, jadi nurut saja. Kejadiannya ketika istirahat,” ungkap Kepala SD Negeri Lebung Gajah Bakri, kemarin.
Awalnya, pihak sekolah tidak tahu. Namun, setelah video tersebar, pihak sekolah langsung memanggil orang tua korban dan orang tua pelaku. “Sudah didamaikan, Pak. Semuanya sudah dipanggil dan dinasihati. Namun, kita terkejut tiba-tiba video itu menjadi viral,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan OKI H Masherdata Musai, melalui Kabid AD Romli mengatakan, pihaknya telah memintai keterangan pihak sekolah dan pihak UPTD SD Tulung Selapan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna mengusut kasus tersebut. Serta terkait penyebaran video dan penggunggah video. “Karena kasusnya telah didamaikan dan telah terjadi lama, namun baru diviralkan,” ungkapnya.
Sementara Kapolres OKI AKBP Ade Harianto menambahkan, anggota Polsek telah terjun ke lapangan untuk menggali keterangan saksi dan korban. Terkait penyiaran video tersebut, menurutnya justru menjadi pelajaran bagi warga, ada aksi bullying. Sehingga perlu pengawasan agar kejadian bullying tidak terjadi lagi. “Kita tidak menindak secara hukum terkait kasus bullying tersebut. Namun, akan kita lakukan pendekatan-pendekatan agar kejadian tidak terulang,” tukasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD OKI Solahudin Djakfar menambahkan, walau kejadiannya ketika istirahat, namun tetap disayangkan terjadi di lingkungan sekolah. “Karena harusnya ada pengawasan dari guru-guru,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau pihak sekolah lain agar lebih meningkatkan pengawasan serta melarang murid membawa ponsel bagi siswa SD dan SMP. “Terutama yang berkamera,” tukasnya.
Sementara itu, kasus dugaan pemukulan oknum murid terhadap oknum guru honorer SMA 1 Negeri SP Padang terus diproses pihak Polres OKI. Kapolres OKI AKBP Ade Harianto SH MH mengungkapkan, sejauh ini kasusnya masih dalam proses penyidikan. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi. “Sementara ini sudah empat yang diperiksa, masih menunggu hasil visum, serta koordinasi dengan Bapas untuk pendampingan,” ungkap Ade.
Terkait apakah kasus tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan, menurutnya, proses penyidikan tetap dilanjutkan. Namun bisa dilakukan restorasif juctice. “Asalkan kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan,” pungkasnya.
editor : ardi













