Lanjutnya, pembangunan PLTMG di Desa Margo ini diinisiasi oleh PT Petro Muba (BUMD) dengan pengerjaan pembangunan dan pengelolaan dilakukan oleh PT Matriks Mas Rekatama dan konsorsium PT Mitra Energi Persada Tbk dan dibangun di atas lahan seluas lima ribu meter persegi.
Dodi menargetkan, pembangunan PLTMG ini bisa diselesaikan dalam waktu 10 bulan. “Akhir tahun 2018 sudah selesai dan bisa dioperasionalkan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Petro Muba Yuliar didampingi Direktur Operasional PT Petro Muba, Bimo Prakoso menjelaskan, pembangunan PLTMG 20 MW ini menelan investasi lebih dari Rp200 miliar. Dimana PLTMG dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi dengan empat mesin baru dari Jepang berbahan bakar gas murni.
“PLTMG ini merupakan teknologi clean energy, dimana pasokan gas diberikan negara dalam hal ini PT Pertagas Niaga (JOB Pertamina Jambi Merang Talisman) sebesar 4 MMSCFD yang titik tapping point gas nya berada di Desa Margo Mulyo,” jelas dia.
Selain membangun PLTMG, pihak konsorsium juga diwajibkan membangun express feeder atau Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20 kv sepanjang 80 km dari Desa Margo Mulyo menuju Desa Karang Agung Kecamatan Lalan dan sekitarnya. Serta menyediakan meteran digital.
“Pembangunan ini ditarget selesai selama satu tahun, atau paling cepat akhir 2018 sudah dapat beroperasi dengan baik,” pungkasnya.
Editor: Janu













