KORDANEWS – Bagi anda pecinta kuliner unik, pedas dan tentu saja enak. Dan kebetulan sedang berada di Kota Lubuk Linggau jangan lupa untuk datang dan mencoba salah satu kuliner yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah yakni, Pondok Makan Kopek As. Tempat makan ini memang sudah tidak asing lagi bagi warga Kota Lubuk Linggau, Musi Rawas dan Muratara. Walaupun qlokasinya tidak di pinggir jalan utama Kota Sebiduk Semare. Tapi apabila sudah pernah mencobanya, dijamin akan ketagihan.
Pondok Makan Kopek As yang terletak di jalan sejahtera, Keluraan Taba Jemekeh ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 Pagi hingga pukul 21.00 malam dan menyajikan berbagai menu yang nama unik, menarik dan tentu saja nikmat, yaitu Ayam Taciet, Ayam Tekengkeng, Ayam Cabe-cabean, Bebek Tekepor serta menu andalan lainnya. Untuk harga, sudah pasti terjangkau, dan bisa dinikmati beserta keluarga. Satu porsinya, dengan seekor ayam kampung asli mulai dari Rp 75 Ribu sampai dengan Rp 100 ribu.
Pemilik pondok makan ini bernama Asmamura atau Kopek As sapaan akrabnya menyebutkan, awalnya ia hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang memang hobi memasak untuk keluarganya, kemudian ia mencoba-coba beberapa menu dari ayam dan bebek. Hingga akhirnya mendirikan rumah makan ini.
“Awalnya coba-coba masak saja, karena saya memang hobi masak. Kemudian, mencoba survey apa yang belum ada di Lubuklinggau ini menunya, makanya saya menciptakan menu yang dijamin tidak ada duanya di Lubuklinggau,” katanya.
Dirinya memulai usaha sejak setahun lalu, tepatnya pada Maret 2016 lalu. Dan hingga kini masih tetap berjalan dengan jumlah pelanggan semakin bertambah.
“Alhamdulillah lancar sampai sekarang. Kalau disini, pelanggannya banyak, misalnya rombongan harus memesan terlebih dahulu karena saat dipesan kita langsung masak, bukan makanannya yang sudah disajikan, jadi makanan selalu yang fresh ketika disantap.” katanya.
Selain menu andalan, pondok makan yang juga ada tempat duduk lesehan ini menawarkan beberapa menu lainnya diantaranya ayam bakar mentega, gulai pindang salai, tempoyak, pindang ikan sungai dan pindang kepala ikan.













