Dikatakan Satinem, dulu suaminya bekerja sebagai pencari kayu bakar dan dirinya bekerja di kebun milik orang lain. Dari hasil kerja itulah keluarga nya dapat membeli keperluan sehari-hari.
“Saya juga sakit rematik akibatnya saya tidak bisa jalan lagi. Begitu juga bapak, sudah tidak bisa bekerja seperti biasa lagi. Beruntung untuk makan terkadang dibantu oleh anak dan para tetangga. Itupun tidak setiap hari, terkadang dapat raskin juga,” ujarnya.
Dijelaskan Satinem, ia mempunyai enam orang anak, namun seorang meninggal dunia. Saat ini beberapa anaknya merantau di Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten PALI.
“Sekarang saya dan bapak hanya tinggal bertiga dengan anak bungsu disini, dia yang membantu untuk mencari makan,” jelasnya.
Saat ini, Satinem dan anak bungsunya berusaha mencari uang untuk mengobati sakit yang di derita oleh suaminya dan juga sakit yang dialami oleh dirinya sendiri.
“Saat ini saya tidak bisa jalan, ingin rasanya untuk mengobati bapak, tapi harus bagaimana saya orang tidak punya. Unttung di kasih gubuk ini sebagai tempat berteduh. Ya paling anak yang mencari uang untuk mengobati sakit bapak. Saya minta tolong kalau ada yang mau membantu meringankan beban saya dan keluarga,” harapnya. (Ari)
Editor: Janu
12 Tahun Tinggal di Gubuk Bekas Kandang Ayam, Pasutri Lansia Inipun Sakit-Sakitan
admin2 min read













