Marzuki mengatakan, adapun sektor usaha yang diberikan kredit, diantaranya toko bangunan, rumah makan, pedagang-pedagang pasar dan masih banyak lagi. Dimana platform yang diberikan mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 1 Milliar.
Sementara itu, untuk tahun ini BPR Sumsel belum berencana untuk melakukan penambahan modal pada pemegam saham, karena Marzuki menilai modal yang diberikan pemegang saham sudah sangat kuat.
“Tahun ini kita akan lebih maksimalkan penyerapan kredit. Kalau tahun lalu kita terkendala karena harga komoditas yang anjlok,” tutupnya.
Editor : mahardika













