Menurutnya, program literasi digital ini mengajak komunitas yang terdiri dari siswa-siswi SMP dan SMA, untuk bersama-sama menyebarkan pesan positif di media sosial serta memanfaatkannya untuk menumbuhkan inovasi dan meningkatkan kreatifitas. Sampai dengan pertengahan Januari 2018, sebanyak lebih dari 7,355 siswa/siswi, 205 guru, dan 254 karyawan Indosat Ooredoo telah terlibat aktif dalam program ini. Lokasi pelaksanaannya tersebar di seluruh area bisnis Indosat Ooredoo seperti Sumatera (Siantar, Payakumbuh, Kisaran Tebing Tinggi, dll), Jawa (Garut, Pekalongan, Jombang, dll), Bali (Denpasar dan Singabara), Kalimantan (Sintang, Sampit, Palangkaraya, dll), serta Sulawesi (Makassar dan Manado).
Lebih lanjut dikatakannya, Indosat Ooredoo melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) pilar Pendidikan dan Inovasi sebelumnya telah melakukan beberapa kegiatan bagi masyarakat sekitar seperti mengajar murid sekolah dasar, merenovasi sekolah, membuat pelatihan untuk 1.000 orang tenaga pendidik anak usia dini, membuka akses belajar secara online, mengirimkan karyawan untuk mengajar dan membaur di daerah terpencil Indonesia selama beberapa waktu.
“Selain itu Ooredoo telah menyelenggarakan kompetisi inovasi ide dan aplikasi digital tahunan, Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC), yang telah 11 kali diselenggarakan sejak tahun 2006, ” pungkasnya. (eh)
Editor: mahardika













