Pada tahun ini, terdapat 11 anak usaha BUMN yang berpotensi melantai di bursa saham Indonesia, antara lain PT Tugu Pratama dan Wika Realty. Sedangkan tahun lalu, empat anak usaha BUMN berhasil IPO, yaitu PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia, PT PP Presisi, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, dan PT Jasa Armada Indonesia.
Lebih lanjut Aloy menyebutkan, pembentukan komite aksi korporasi BUMN dikarenakan pemegang saham dalam hal ini Menteri BUMN perlu mendapat pertimbangan apakah perusahaan A sudah siap untuk IPO atau belum.
“Bukan mencari waktu yang tepat, tapi mempertimbangkan usulan itu, mereview kelayakan, mereka memberi opini saja, kemudian membantu monitoring, approval tetap di Bu Menteri,” ujar dia.
Editor : mahardika













