KORDANEWS – Akibat terjangkit virus jembrana sebanyak 200 ekor sapi di Kabupaten Musi Rawas mati. Dan saat ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Musi Rawas menggelar gerakan vaksinasi jembrana untuk mencegah meluasnya virus mematikan ini.
“Virus jembrana ini layaknya virus HIV bagi manusia. Virus ini memakan daya tahan tubuh. Hanya saja, kalau yang terjangkit HIV masih bisa bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama. Namun kalau virus jembrana ini, sapi yang terjangkit tidak bisa bertahan lama, paling lama tiga hari,” ujar Tohirin, Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mura.
Ia menambahkan, banyak peternak yang khawatir dengan sapi-sapinya sehingga permintaan vaksinasi jembrana sangat tinggi. Dalam beberapa minggu ini, petugas peternakan sangat sibuk melayani permintaan vaksinasi dari kelompok ternak.
“Hingga saat ini, sudah hampir lima ribu ekor sapi yang dilakukan vaksinasi. Virus ini memang berbahaya, karena penyebarannya bisa melalui banyak media. Bahkan anginpun menjadi salah satu media penyebaran virus ini,”ujarnya.
Awalnya daerah ini clear dari virus jembrana, namun ada beberapa blantik (pelaku usaha jual beli ternak) sapi dalam beberapa bulan belakangan memasukkan sapi dari Bengkulu. Nah diduga, sapi-sapi dari Bengkulu ini terjangkit virus jembrana dan menularkannya ke sapi-sapi lainnya di Mura.
“Dua ratusan sapi yang mati itu sudah tersebar di beberapa kecamatan, seperti Tugumulyo, purwodadi, sumberharta, megangsakti, muara beliti, TP Kepungut dan Muara Kelingi,”katanya.













