“Untuk kusen, pintu, dan jendela dari kayu dengan kualitas yang baik, serta atap dari rangka baja ringan dengan genteng metal,”katanya.
Tak hanya itu, perumahan SGC juga dialiri listrik 1.300 watt, dan menggunakan sumur air bor ditambah pompa air listrik di tiap rumah. Tiap hunian pun masing-masing memiliki luar area pekarangan 8:13 meter persegi.
“Artinya, meski bangunan rumah tipe 36, tapi konsumen tetap dapat memiliki area pekarangan yang cukup luas di depan dan belakang,” katanya.
Perumahan yang dibangun di area sekitar 4,3 hektar tersebut rencanaya akan dikembangkan untuk tahap kedua dengan jumlah hunian 1.300 unit tambahan. Hal itu ditujukan untuk memberikan wadah kepada masyarakat khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dapat memiliki hunian yang terjangkau tapi tetap layak huni.
Seperti diketahui, perumahan Sriwijaya Griya Cemerlang (SGC) ini secara resmi baru di launching pada awal Desember 2017 lalu, dalam peremianya juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumsel, H Ishak Mekki, Ketua Umum Pengembang Indonesia, Barkah Hidayat, dan Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain.
Editor : mahardika













