Sementara itu, Wan Kamil, Kepala KPHP Meranti didampingi Ahmad Badawi, Kades Pangkalan Bulian mengatakan, Forum Dangku-Meranti bermaksud mendorong komunikasi dan koordinasi para-pihak untuk mendukung tersedianya data, informasi, perencanaan, pemantauan, dan evaluasi terpadu, serta mendukung kemitraan sektor publik, swasta, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lanskap berkelanjutan.
Forum Dangku-Meranti pada awalnya di inisasi oleh pemerintah, lembaga non pemerintah, perusahaan swasta serta masyarakat yang tinggal maupun berkegiatan di sekitar Suaka Margasatwa (SM) Dangku yang berupaya untuk meningkatan pengelolaan lingkungan di Lanskap Dangku-Meranti.
BKSDA Sumatera Selatan sebagai penanggung jawab pengelolaan kawasan dan perlindungan satwa di Dangku mendukung berdirinya Forum Konservasi untuk Lanskap Dangku.
“Kita hanya ingin bagaiman masyakat bisa menjaga hutan secara bersama, mencintai hutan agar bisa diwariskan ke anak cucu. Kelembagaan multi-pihak berperan serta dalam pengelolaan lanskap di Dangku-Meranti, Sumsel,” tutupnya.
Editor: Janu













