Namun, saat di tanya mengenai rusak nya jembatan bukan karena bencana akan tetapi karena pertikaian kedua desa seperti yang beredar di kalangan pemerintah Kabupaten Muara Enim, dirinya membantah mentah – mentah kabar tersebut. Menurutnya kabar tersebut ialah kabar bohong yang sengaja di sebarkan.
“Kalau itu Nol besar, kita tidak pernah ribut antar kedua desa kita tidak lernah bentrok. Saya sudah dua periode menjabat sebagai kepala desa di desa tanjung tidak pernah terjadi hal itu. Kita ini pemerintahan disini kalau memang ada perusak ya kita tangkap. Nah kalau masalah Flat rangka baja yang hilang itu bukan karena di lepasi akan tetapi memang karena bencana angin puting beliung yang menyebabkan jembatan itu terlipat, jadi semua besi nya lepas bukan kita yang melepasnya,” tegasnya. (Ari)
Editor : mahardika













