KORDANEWS – Tahun Baru China atau Imlek berdampak bagi perekonomian. Pada perayaan ini biasanya masyarakat akan lebih sering belanja kuliner hingga jasa perjalanan.
Informasi yang dikutip dari CNBC pada Jumat (16/2/2018) menyebutkan perayaan Imlek berdampak bagi pasar saham, produksi pabrik, hingga kegiatan ekonomi.
Perayaan Imlek pun disebut menyumbang penurunan nilai bitcoin atau mata uang virtual pada Januari. Hal itu karena pelaku pasar di Asia dianggap menguangkan mata uang virtual mereka untuk membeli hadiah untuk musim liburan.
Bahkan sebanyak 6,5 juta wisatawan China diprediksi membelanjakan uangnya untuk melancong ke luar negeri saat Imlek.
Tak hanya negara tirai bambu tersebut, Singapura, Malaysia, Korea Selatan dan Vietnam juga merayakan Imlek sebagai hari libur. Sebagian warga Indonesia pun turut merayakan.













