KORDANEWS – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel mengingatkan agar seluruh perusahaan pertambangan batubara yang berada di wilayah Lahat dan Muara Enim untuk memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar mulut tambang.
“Kami sudah meninjau ke PT Bumi Merapi Energy yang tambangnya ada di kaki Bukit Lunjuk, kondisinya saat ini sangat mengkhawatirkan, karena rawan terjadi longsor jika terus di eksplorasi,”kata Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, RA Anita Noeringhati, Senin (19/2).
Selain itu, Ada juga PT Pria Menara yang tambangnya sudah sangat dalam hingga 60 meter, bahkan sudah tidak ada lagi batubaranya.”Tapi, perusahaan belum juga melakukan reklamasi terhadap galian batubara tersebut. Boleh saja melakukan eksplorasi batubara, tapi jangan sampai perusahaan hanya mengambil keuntungan tanpa memikirkan dampak negatif dari kegiatan tersebut,” kata Anita.
Menurutnya, lahan bekas galian batubara seharusnya bisa termanfaatkan, seperti contoh menyulap lahan tersebut menjadi taman wisata atau Eco Park.Jika bisa diubah menjadi taman wisata kan artinya ada bentuk kepedulian dari perusahaan bahwa lingkungan perlu dijaga.
“Jangan mereka (red, perusahaan batubara) hanya mengambil keuntungan saja. Kami minta agar semua perusahaan batubara mentaati aturan dari pemerintah daerah khususnya untuk kelestarian lingkungan,”ujar dia.













