Apes menimpanya, saat kembali ke parkiran sepeda motor telah hilang.
“Perjuangan ini, yang membuat hati saya terenyuh. Ini contoh suporter yang sejatinya. Kita tidak tahu apa yang dialami enam jam pulang pergi, penuh resiko demi Sriwijaya FC. Hal ini yang patut kita banggakan,” ujarnya.
Disisi lain, Dodi secara tegas meminta oengelola Jakabaring Sport City untuk lebih meningkatkan pengamanan. Menjaga seluruh aset, termasuk kendaraan milik penonton. Apalagi, nanti di Liga1 Sriwijaya FC akan menjalani sejumlah laga home yang membuat para fans datang menyaksikan secara langsung.
Sementara Kitum dan kedua anaknya mengaku senang dengan respon yang ditunjukkan oleh Sriwijaya FC. Kepada Dodi, ia mengaku tak akan luntur dalam mendukung Sriwijaya FC yang memang jadi tim kesayangan keluarganya. Meskipun kehilangan sepeda motor, ia tidak trauma.
“Apapun yang terjadi saya tetap dukung Sriwijaya FC. Anak saya ngefans sekali dengan Teja Paku Alam dan Hamka Hamzah, karenanya ingin saksikan langsung saat itu,” ungkapnya. Lebih jauh, iapun berharap prestasi Sriwijaya Fc kedepan akan lebih baik lagi dengan komitmen dan semangat yang ada di tubuh tim saat ini.
editor : lintang













