KORDANEWS – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel nomor urut 1, Herman Deru-Mawardi Yahya (HD-MY) memastikan tidak akan memanfaatkan kampanye terbuka (kampanye akbar) pertama sesuai jadwal yang disepakati dengan KPU Sumsel sebelumnya, yang akan berlangsung 27 Februari 2018 lalu.
“Karena kampanye akbar dijatahi dua kali, jadi sepertinya untuk pertama dilewatkan, mungkin terakhir akan dimanfaatkan,” kata Ketua tim pemenangan HD-MY Edi Junaidi, melalui Koordinator Media Center, Alfrenzi Panggarbesi.
Menurutnya, kampanye akbar atau terbuka diera modern dan masa kampanye yang cukup panjang selama 4 bulanan ini, dirasa berbeda dengan masa kampanye Pilkada sebelumnya, yang hanya dijatah 2 minggu. Sehingga dengan waktu yang cukup panjang, harus dimanfaatkan kampanye yang lebih efektif yaitu tatap muka atau dialogis.
“Kampanye akbar memang bermanfaat, tapi kadang-kadang bersifat eforia, tapi konsep pasangan HD-MY ingin mendekati rakyat dengan datang secara blusukan atau tatap muka ke masyarakat, seperti mendatangi pasar atau kampung, bukan mengumpulkan massa,” jelasnya.
Ditambahkan Ojie sapaan akrab Alfrenzi Panggarbesi, dengan mendatangi pasar, dan kampung dirasa lebih efektif dan panjang waktunya.













