Dikatakan dia, seminggu setelah lebaran maka akan digelar hari pencoblosan sehingga sangat tepat jika kandidat mapun tim pemenangan memanfaatkan momen ini untuk menarik perhatian pemilih.
Sementara itu, kampanye akbar dengan menghadirkan juru kampanye tokoh nasional maupun artis ibu kota tidak efektif untuk mendulang suara pada saat pemilihan nanti, karena masa kampanye akbar dimanfaatkan untuk melihat hiburan gratis dan berharap mendapatakn door prize dan lainnya.
“Blusukan yang dilakukan lebih efektif ketimbang kampanye akbar, karena masyarakat dapat bersilaturahmi secara lagsung dengan para kandidat, kalau kampanye ada jarak antara kandidat dengan masyarakat,”ujar Bagindo.
Editor : mahardika













