Ia menjelaskan, sinergi antara online dan offline, juga perlu didukung
dengan mengintegrasikan antara style dan substance. Dimana merek tidak hanya mengedepankan branding bagus, tetapi juga konten yang relevan dengan pelanggan atau menyuguhkan konten yang bagus dengan kemasan yang up-to-date dan bagus.
Kemudian, pengembangan konektivitas machine-to-machine dan artificial
intelligence dalam rangka mendongkrak produktivitas. Tetapi, itu harus diimbangi dengan pengembangkan konektivitas human-to-human yang justru akan memperkuat customer engagement. Dalam artian singkat, pengembangan teknologi tidak berhenti pada teknologi itu sendiri, tapi bagaimana teknologi ini membantu merek dalam memanusiakan relasi dengan para pelanggannya.
Dalam pemaparannya, Hermawan juga memaparkan, soal bagaimana seorang
marketeers dapat memangkan pasar. Setidaknya ada 4 strategis atau aspek yang harus dimiliki, yaitu Kreatif (inovasi), Entrepreneurship, Produktif dan Profesional.
“Dari 4 aspek ini ada diantaranta, jika bertemu menjadi sebuah paradoks, seperti Entrepreneurship dan Profesional. Kemudian kreatif dan produktif,” ujarnya.
Editor : mahardika













