KORDANEWS – Tidak adanya fasilitas jembatan penyeberangan guna menuju lokasi kebun selama puluhan tahun membuat sejumlah warga yang bertempat tinggal dan mencari nafkah dengan bercocok tanam di areal kaki Bukit Sulap, Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, terpaksa nyebur di Sungai Ketue untuk mencapai lokasi kebun.
Diketahui bahwa lokasi kebun warga tersebut melintasi Sektor III Situs Makam Batu Betunas dan melewati Sungai Ketue.
Salah seorang warga yang memiliki kebun coklat dan durian, Effendi (29) mengatakan, bahwa jika hendak ke kebun maupun pulang dirinya dan warga lainnya sudah puluhan tahun menyeburkan diri ke Sungai Ketue, karena tidak ada fasilitas jembatan untuk dilalui.
“Yo nak cak mano lagi, terpakso kami nyebur ke kali (sunga-red) kareno dak katek akses jembatan, kalo hujan turun kondisi air sungai naik, kami dak biso lewat takut anyut (terbawa arus) jadi dak nyeberang. Hasil Kebon dak pacak dijual juga,” katanya.
Ditambahkan lagi, sejumlah warga sudah pernah mengusulkan kepada beberapa Caleg di Dapil I dan II jika mereka terpilih bisa membangun jembatan penyeberangan yang menjadi akses Vital warga. Namun, hingga saat ini belum terwujud. Padahal jika akses menuju kebun mereka sudah tersedia minimal bisa dilalui kendaraan roda dua saja, maka aktifitas perekonomian warga dapat berjalan dengan baik.
Dia berharap kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau, Wakil Rakyat yang sedang duduk di Legislatif khususnya Daerah Pemilihan (Dapil) Barat I dan II, maupun Instansi terkait lainnya agar segera merespon bahkan merealisasikan aspirasi masyarakat terkait pembangunan jembatan penyeberangan tersebut.
“Walaupun pada akhirnya nanti Pemerintah tak mampu menyanggupi secara utuh, harapan terakhir kami cukup bantu dalam bentuk pengadaan kawat seling dan besi penyanggah saja. Sedangkan untuk lantai dan pengerjaannya biarkan kami kerjakan secara bergotong royong,”katanya.













