PolitikSumsel

Nih Program Paslon Bupati Muara Enim Nomer Urut 4 untuk Petani

×

Nih Program Paslon Bupati Muara Enim Nomer Urut 4 untuk Petani

Share this article

KORDANEWS – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ir H Ahmad Yani MM dan H Juarsah SH kembali disambut antusias masyarakat Desa Muara Lawai, Tanjung Jati, dan Lubuk Ampelas pada putaran kedua kampanye dialogis Pilkada Muaraenim, Minggu (11/03/2018).

Salmudin SH M Hum, juru kampanye memaparkan sembilan program pro rakyat, ini sangat menyentuh masyarakat Kabupaten Muaraenim. Mereka akan membawa perubahan untuk Bumi Serasan Sekundang.

Dari sembilan program pro rakyat tersebut, Ahmad Yani-Juarsah sudah menyiapkan tiga ambulance gratis untuk masyarakat Muaraenim yang membutuhkan. Muara Enim masih jauh tertinggal dengan kabupaten tetangga, padahal Anggaran Pendapatan Daerah Kabupaten Muara Enim jauh lebih besar Rp 2,4 triliun.

“Pilih yang akan membawa perubahan untuk Kabupaten yang kita cintai ini,” katanya.

Sementara H Juarsah SH menghimbau kepada masyrakat Muara Lawai dan Desa Tanjung Jati untuk menggunakan hak suara dengan bijak, jangan biarkan suara anda dibayar dengan uang sehingga sengsara lima tahun kedepan.

Dengan membawa jargon Perubahan dirinya dan Ahmad Yani akan membenahi Kabupaten Muaraenim semakin maju dan masyarakatnya sejahtera.

“Saya dan Pak Ir Ahmad Yani baru pertama kali berjanji kepada masyarakat Kabupaten Muaraenim. Kami ingin membawa perubahan yang lebih baik untuk Bumi Serasan Sekundang,”jelasnya.

Lanjut H Juarsah SH dirinya dan Ahmad Yani berjanji untuk masyarakat Desa Muara Lawai, Tanjung Jati, dan Lubuk Ampelas karna mayoritas masyarakatnya petani padi, untuk menggarap sawah hanya mengharapkan tada hujan.

Jika paslon nomor empat terpilih akan dibantu irigasi sawah dengan mendatabgkan pompa air dari Sungai Lematang

“Kami berjanji jika kami terpilih nanti, kami akan buatkan irigasi sawah dengan sistem mesin pompa air,” katanya.

Terpisah, Amir Hasan (55) oerwakilan masayarakat setempat menyambut baik program irigasi sawah ini.

“Kami pernah mengajukan bantuan irigasi dengan menyedot melalu pompa air ke pemerintah. Sayang keinginan masyarakat ini tidak ada respon dari pemerintah,” katanya.(Ari)

Editor : mahardika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *