Adapun, dari sisi pembiayaan, perusahaan fokus pada restrukturisasi. Pasalnya, Permana bilang rasio pembiayaan bermasalah (Nonperforming Financing/NPF) pada kuartal IV 2017 masih tak jauh berbeda dengan posisi akhir kuartal III 2017, yaitu di kisaran 4,57 persen.
Diakuinya bahwa perusahaan masih memerlukan modal tambahan untuk menurunkan rasio pembiayaan macet.
“Kalau pembiayaan membesar, otomatis NPL akan turun, karena penyebutnya (bilangan pembagi) besar. Tapi, sekarang penyebutnya tidak bisa diperbesar, karena tidak punya capital (modal),” jelasnya.
Editor : mahardika













