Pada awal babak pertama, kedua tim bermain hati-hati. Baik Sriwijaya FC ataupun Felcra FC sama-sama menunggu dan sesekali menyerang. Tapi, setiap serangan yang dibangun selalu berhasil dipatahkan sebelum masuk daerah terlarang.
Sampai menit ke-30, nyaris tak ada peluang emas yang diciptakan kedua tim. SFC baru berhasil membuka peluang menit ke-31, dimana Marcho Maraudje berhasil menyisir sisi kanan dan melepas sepakan keras, tapi berhasil diblok penjaga gawang Felcra FC Fadley.
Selang satu menit, giliran Alvin membantu serangan dan masuk ke kotak penalti, tapi tendangannya pun berhasil diredam Fadley.
Memasuki menit 34 giliran Felcra FC menyerang, umpan panjang lini belakang disambut An Selmo Da Silva, tapi Teja Paku Alam dengan cepat menyergap bola.
Pada menit ke-35 wasit harus menghentikan pertandingan karena suporter turun dari tribun dan masih terbuai dengan euforia perdamaian yang baru saja mereka gelar. Pertandingan harus dihentikan selama lima menit.
Memasuki menit ke-43, Selmo da Silva kembali mengamcam lewat tendangan keras tapi masih mampu di blok Teja. Selang satu menit, Alvin melepas umpan silang dan mampu diselesaikan Patrich Wanggai, skor 1-0 untuk keunggulan SFC bertahan sampai turun minum.
Tertinggal satu angka, membuat SFC coba menekan. Esteban melakukan tendangan percobaan menit ke-68, tapi Fedley masih berada di posisi yang tepat.
Tapi Konate kembali melakukan percobaan lewat tendangan lambung ke tiang jauh Felcra FC. Bola yang sempat membentur tiang gawang justru membentur tubuh penjaga gawang Felcra sehingga bola masuk mulut gawang. Skor imbang 2-2.
Pelatih RD coba merotasi pemain, termasuk memasukkan Bio Paulin mengantikan peran Hamka Hamzah. Belum lima menit bermain, Bio cetak gol lewat heading. Berawal dari cornerkick, Bio menyambar umpan lambung dan mempecundangi Fedley, sehingga papan skor kembali berubah buat keunggulan SFC 3-1. Gol keempat dicetak Manuchekhr Dzhalilov menit ke-78. Skor 4-2 buat keunggulan SFC tak berubah sampai pertandingan usai.
editor : lintang













