KORDANEWS- Menelusuri praktik prostitusi Kota terbesar nomor 2 di pulau Sumatera, Ya Kota Palembang yang saat ini juga tengah banyak membangun sejumlah infrastruktur serta akan menjadi tuan rumah asian games 2018 pada agustus nanti. Tentu perkembangan suatu kota juga diiringi oleh semakin banyaknya tempat hiburan termasuk prostitusi terselubung. Salah satunya tim kordanews.com mencoba menggunakan aplikasi bee talk (berlogo lebah) untuk mencari penjanja kenikmatan.
Dari penelusuran tim kami, tidak sedikit menemukan para abg, wanita dewasa serta para ladies court terang-terangan menawarkan diri untuk BO (booking Out). Salah satu akunnya Selvia yang menjajakan diri untuk short time 3 juta rupiah sudah termasuk tempat eksekusi disalah satu hotel bintang 5 Palembang dengan durasi 6 jam.

Tidak hanya Selvia, akun lain yang bernama si ussie juga terang-terangan menjanjakan jasa esek-esek ala lebah-lebah wanita. Meski menggunakan mode bisik yang hanya hitungan detik hilang. Dari akun ini juga diketahui ada ketentuan lainnya, seperti tidak memperbolehkan anal dan blowjob.
Variasi harga jasa esek-esek ini, dari kisaran 800 ribu rupiah hingga tiga juta rupiah, tempat ekseskusi sendiri pun dari kos tempat tinggal para lebah hingga ke hotel.namun bisa juga dibawa ke hotel yang ditentukan pria hidung belang.
Salah satu konsumen dari bee talk yang berhasil di temui oleh tim penelusuran kordanews.com. sebut saja E, mengaku sudah lima kali menggunakan jasa ini namun tidak sedikit juga modus penipuan disini.
“iya, awalnya tahu dari temen dan saat mencoba ternyata bener, untuk harga sih relative namun hati-hati banyak para akun lebah wanita ini kerap meminta uang di transfer terlebih dahulu dan saat sudah di transfer mereka menghilang dengan memblokir akun bee talk kita, jadi kalau saya untuk mencegahnya dengan membayar ketika bertemu”.

Dari data pihak polresta Palembang sendiri, diketahui pada tahun 2017 lalu telah membongkar 2 kasus prostitusi online yang melibatkan anak-anak dibawah umur.
Cukup miris, meskipun beberapa tahun terakhir pemerintah telah menerapkan internet positif namun kenyataan dilapangan prostitusi berkedok online semakin marak terjadi khususnya di kota-kota besar. Sementara data pengguna dari kominfo sendiri pengguna media online atau medsos di dominasi anak-anak berumur 13 tahun- 24 tahun.
Editor : ardi













