KORDANEWS- Kasus Fake GPS mendera beberapa aplikasi transportasi online beberapa waktu lalu, termasuk Go-Jek. Namun pihak perusahaan mengklaim kini 73% mitra driver-nya telah terbebas dari aplikasi tersebut.
“Go-Jek sudah melakukan piloting ke 1.000 driver untuk implementasi kebijakan ini. Dari data yang kita miliki, 73% driver sudah meng-uninstall atau mengurangi penggunaan Fake GPS sejak mendapatkan notifikasi,” ujar perwakilan Go-Jek dalam keterangannya, Senin (26/3/2018).
Kebijakan yang dimaksud Go-Jek adalah memberikan kesempatan kepada driver (pengemudi) untuk menghapus aplikasi Fake GPS sebelum diberikan sanksi. Go-Jek menyebut kebijakannya sebagai #HapusTuyul.
Menurut Go-Jek, saat ini pihaknya telah mengembangkan sistem yang dapat mendeteksi adanya aplikasi Fake GPS atau “Tuyul”. Ini dilakukan sebagai langkah untuk sistem keadilan bagi mitra driver-nya.
“Saat ini Go-Jek sudah mengembangkan sistem yang dapat mendeteksi GPS Palsu atau ‘Tuyul’ untuk mendorong sistem fair play bagi seluruh mitra driver,” imbuh Go-Jek.













