“Juwarti masih shock, masih belum bisa berbicara dengan wartawan,” kata Sumarno, kakak kandung Juwarti.
Selain dari tim konseling psikologi, kediaman Juwarti juga didatangi aparat kelurahan dan kecamatan setempat.
Sebelumnya diberitakan, Juwarti disebut melakukan hal ini karena ingin memenuhi tuntutan anaknya untuk mendapatkan ponsel baru. Padahal si anak sudah berkali-kali dibelikan ponsel tetapi selalu hilang.(net)
Editor : mahardika













